Kuliner Ramadhan Semarang

5 Tempat Kuliner Legendaris Ramadhan di Semarang

Gapura Residence – Kuliner Ramadhan Semarang | Makanan Legendaris Ramadhan | Berburu Takjil di Semarang

Bagi Gapura Reader yang tinggal di Semarang, kota itu juga mempunyai kuliner Semarang yang khas saat ramadhan. Lalu apa saja kuliner Semarang paling legendaris saat ramadhan?

Bagi umat muslim di seluruh dunia, bulan ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Sama halnya dengan Indonesia yang notabennya mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Lalu apa saja momen penting yang tak bisa di lupakan saat bulan puasa tiba? Salah satunya adalah menu saat berbuka puasa. Setelah menjalankan ibadah puasa seharian, hal pertama yang membuat semangat adalah berburu makanan untuk berbuka puasa.

Gapura Residence punya informasinya untuk kamu nih. Ada beberapa makanan yang cukup legendaris di kota atlas tersebut. Yuk Simak!

1. Cicipi Kue Coro bikang yang Lembut dan Gurih

Berbicara soal takjil pada saat buka puasa tiba, ada salah satu yang menarik. Kuliner Semarang ini benar-benar khas karena hanya ada pada saat puasa saja. Kue coro namanya.

Kue ini hanya bisa kamu jumpai di pasar ramadhan Kauman atau di depan masjid kauman kota Semarang. Bentuknya bulat pipih dan terkadang sedikit gosong. Kue ini terbuat dari tepung gandum, tepung beras, telur dan ragi.

Rasanya akan sangat lezat jika dipadukan dengan kuah santan. Jajanan ini sekilas mirip dengan serabi. Teksturnya lembut dan rasanya gurih. Satu porsi kue ini dibanderol dengan harga Rp. 6000,- Pasar ramadhan dibuka mulai pukul 15.00 WIB, namun tak jarang jika terlalu sore, kue ini sudah ludes terjual. Jadi jangan sampai kehabisan ya!

Kuliner Ramadhan Semarang

2. Nikmatnya Kopi Arab yang Melegenda

Tradisi unik minum kopi saat berbuka puasa hanya ada di Masjid Layur. Masjid ini terletak di jalan Layur, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara. Bagi masyarakat sekitar, minum kopi arab yang khas ditemani kurma adalah sebuat tradisi yang berlangsung selama puluhan tahun.

Kamu bisa menikmati kopi arab ini jika ikut berbuka puasa bersama di Masjid Layur. Pengurus masjid mengatakan bahwa racikan kopi arab tidak berubah seperti buatan orang Yaman.

Usut punya usut, kopi arab yang ada di masjid Layur ini, dahulu kala dibawa oleh orang Yaman dan Arab. Tak heran jika warga sekitar sangat suka menikmatinya. Tak hanya itu, banyak orang dari luar daerah juga sering mempir ke Masjid Layur untuk merasakan nikmatnya kopi Arab.

3. Uniknya bubur India yang usianya ratusan tahun

                Kuliner Semarang yang hanya hanya ada pada saat ramadhan selanjutnya adalah bubur India. Jika kamu penasaran dan ingin mencoba mencicipi makanan ini, Kamu bisa datang ke masjid Pekojan, Petolongan, Semarang.

Makanan ini, diyakini sudah ada ratusan tahun yang lalu. Perbedaan antara bubur India dan bubur biasa, ternyata terletak pada bumbunya. Kuliner Semarang ini kaya akan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, serai, kayu manis, daun salam, wortel dan santan.

Bumbu tersebut dicampur menjadi satu dengan beras yang di aduk kurang lebih satu jam di atas tungku. Sementara itu, resep pembuatan kuliner ini sendiri memang berasal dari India.

Pada tahun 1800an, komunitas orang Koja atau pedagang dari India memasuki wilayah pesisir pantai Semarang. Mereka menetap di suatu tempat yang saat ini dikenal dengan kampung Petolongan. Lalu, mereka mulai memperkenalkan bubur India kepada masyarakat sekitar.

 

4. Petis Bumbon yang Menggoda Selera

Pada saat ramadhan, rasanya kurang afdhol jika Kamu tak menyantap kuliner Semarang yang satu ini. Petis bumbon adalah makanan dengan olahan telur bebek yang di bumbui dengan sambal goreng. Uniknya, sambal goreng yang dibuat berbeda dengan sambal pada umumnya. Letak perbedaanya terdapat pada petis ikan banyar dan rempah yang menjadikan kuliner ini lezat untuk disantap.

Setiap dugderan dan ramadhan, Kuliner Semarang ini laris manis diburu oleh masyarakat. Jika kamu ingin mencicipi makanan khas ini, tidak usah khawatir! Makanan ini bisa ditemukan di kawasan pasar Johar Semarang.

5. Ketan Biru yang Manis, Cocok untuk Takjil

Yang tak kalah menariknya dengan Kuliner Semarang lainnya adalah ketan biru. Jajanan ini sangat cocok untuk dijadikan takjil pada saat berbuka puasa.

Bagaimana tidak, rasanya yang manis dan juga lembut sangat menggoda selera. Berbahan dasar ketan yang di kukus kemudian diberi pewarna makanan lalu ditaburi serundeng, membuat makanan ini laris manis di pasar.

Kamu bisa berburu kuliner yang satu ini di sudut-sudut pasar kota Semarang. Tak sulit untuk menemukan jajanan yang satu ini. Harga untuk satu buah ketan biru ini juga cukup terjangkau untuk kantongmu.

Yuk Gapura Reader kuliner di Semarang saat Rahmadan banyak makanan – makanan yang unik dan wajib dicoba untuk menu buka puasa kalian.

 

 

Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *