Sejarah Kota Semarang

Ketahui Sejarah Kota Semarang dan Peninggalan Bersejarah

Gapura – Sejarah Kota Semarang | Asal Usul Semarang | Peninggalan Sejarah

 

Hai Gapura Reader, dengat Kota Semarang kamu ingat apa nih ? Lumpua atau lawang sewu ? Tahukah kamu pada abad ke-6, Semarang merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno tepatnya Pragota. Sejarah Kota Semarang berlanjut pada abad ke-15 masehi, di daerah perbukitan Pragota ada seorang utusan Kerajaan Demak yaitu Pangeran Made Pandan yang menyebarkan Islam.

Seiring dengan berjalannya waktu, wilayah Pragota ini menjadi subur dan banyak ditanami dengan pohon asam yang arang. Pohon tersebut dalam bahasa Jawa disebut Asem Areng,  dan dari nama inilah yang menjadi cikal bakal dari nama Kota “Semarang”.

Sejarah Semarang dari Masa Ke Masa
Semarang pada masa Kerajaan Mataram Kuno

Pada zaman kerajaan Mataram Kuno, Semarang berada dibawah kepemimpinan Kyai Ageng Pandan Arang. Kemudian beliau meninggal dan kepemimpinannya dilanjutkan oleh putranya yaitu Pandan Arang II. Pada masa inilah, Semarang mengalami banyak kemajuan yang begitu pesat.

Peningkatan kesejahteraan daerah di Semarang membuat wilayah ini berganti setingkat kabupaten pada 2 Mei 1547. Tanggal tersebut kini diperingati sebagai hari jadi dari Kota Semarang.

Semarang pada masa kolonial Belanda

VOC berhasil membantu merebut Kartasura dan membuat Semarang dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, Semarang menjadi salah satu kota penting bagi pemerintahan. Semarang mengalami perkembangan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, transportasi, dan lainnya.

  • Perekonomian di Semarang

Kegiatan pemerintahan Hindia Belanda terkait pelabuhan berpusat di Semarang. Mereka membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur yang dibuat dengan desain khas Belanda. Hal tersebut bertujuan agar orang-orang Belanda merasa berada di rumah sendiri, bisa dilihat dari beberapa bangunan seperti berikut :

SMA Negeri 1 Semarang

Awalnya dibangun sebagai Herger Berger School pada tahun 1937. Sekolah ini pernah difungsikan sebagai sebuah rumah sakit dan kembali menjadi sebuah sekolah hingga sekarang.

Lawang Sewu

Pemerintah Hindia Belanda membangun Lawang Sewu pada tahun 1904 sebagai perkantoran untuk urusan kereta api. Bangunan ini sekarang digunakan sebagai tempat wisata. Anda bisa sewa bus pariwisata di Semarang untuk melihat langsung bangunan peninggalan Belanda ini.

Toko Oen

Toko ini menyediakan makanan Belanda sejak tahun 1936. Kini Toko Oen menjadi restoran tertua di Semarang dan menyediakan makanan Belanda, Cina, dan Indonesia

  • Infrastruktur di Semarang

Tidak hanya di pelabuhan, infrastruktur di Semarang juga dibangun untuk transportasi darat khususnya kereta api. Belanda membangun rel kereta api di Indonesia pada 16 Juni 1864 dengan rute Semarang menuju Solo, Surabaya, Magelang, dan Jogja.

Perkeretaapian di Semarang dikelola oleh perusahaan Belanda yaitu Nederlandsch Indische Spoorwagen (NIS). Kantornya berada di gedung lawang sewu. Perusahaan ini kemudian membangun stasiun pertama di Semarang yaitu Stasiun Poncol dan Tawang yang masih aktif hingga sekarang.

  • Kebudayaan dan masyarakatnya

Belanda banyak membangun fasilitas penunjang seperti transportasi kereta api, jalan, jembatan, pasar, perkantoran, dan masih banyak lainnya. Banyak pula bangunan atau gedung didirikan dan bahkan sekarang menjadi cagar budaya di Kota Semarang.

Semarang memang sedang dijajah, tetapi perkembangan agama Islam tetap berlanjut di sana. Masyarakat mulai kenal dengan berbagai budaya bernuansa islam  seperti tradisi “Dugderan”. Tradisi ini adalah untuk menyambut bulan Ramadhan yang dilakukan pada masa RMTA Purbaningrat di tahun 1891.

Dugderan dilakukan dengan membunyikan suara bedug dan suara meriam. Tidak hanya Islam, agama-agama lain juga mulai masuk ke Semarang. Perkembangan agama di kota ini banyak dipengaruhi oleh para pedagang yang datang.

Pedagang Cina, Arab, dan lainnya banyak yang menyebarkan agama ke masyarakat Semarang. Hal ini dapat dilihat dari beberapa tempat ibadah yang didirikan di Semarang. Masyarakat modern sekarang pun masih bisa menikmati dan mengunjungi tempat-tempat ibadah dan bersejarah tersebut.

Semarang pada masa Jepang dan setelah kemerdekaan

Jepang mengambil alih pemerintahan dengan dipimpin oleh Shico. Tidak banyak bangunan atau peninggalan di masa penjajahan Jepang ini. Setelah kemerdekaan Indonesia,  terjadi pertempuran antara pemuda Semarang dan tentara Jepang yang cukup lama yaitu tanggal 15 hingga 20 Oktober 1945

Kini Semarang sudah bebas dan berkembang menjadi salah satu kota metropolitan. Sektor perdagangan dan industri menjadi sumber perekonomian tertinggi untuk kota ini. Pusat bisnis berikut menjadi bukti dari kemajuan perekonomian di Semarang.

  • Simpang Lima City Center

Jika berkunjung ke kawasan Simpang Lima,  pasti akan menemukan banyak hotel hingga gedung-gedung tinggi. Sektor pariwisata memang lebih mendominasi kawasan ini, oleh sebab itu banyak sewa bus pariwisata di Semarang yang digunakan untuk mengunjungi kawasan Simpang Lima ini.

  • Gajahmada Golden Triangle

Jika kamu ingin melihat budaya tionghoa (pecinan) di Semarang, kawasan ini bisa menjadi pilihannya. Semarang Chinatown Heritage Complex, bangunan cagar budaya yang kini menjadi salah satu objek wisata di Semarang

  • Pemuda Central Bussines Distric

Kawasan ini memiliki beberapa bangunan kuno dan bersejarah yang menjadi tempat wisata dan sumber pendapatan daerah. Pusat pelayanan pun banyak didirikan untuk mempermudah transaksi dan kegiatan masyarakat di kawasan ini.

Itulah beberapa bagian dari Sejarah Kota Semarang yang cukup menarik Gapura Reader. Kini kota ini menjadi salah satu metropolitan dan kota terbesar di Jawa Tengah.

 

 

 

 

Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *